Pencarian  
Masa Pembelajaran Jarak Jauh akibat Pandemi Covid-19
default.vbprj
HOME PROFILE PENDIDIKAN PESERTA DIDIK ALUMNI DOWNLOAD GALLERYBUKU TAMU SIM
Menus In Web by Vista-Buttons.com v5.5
 
 



 

519719

Pengunjung hari ini : 56
Total pengunjung : 178483

Hits hari ini : 149
Total Hits : 519719

Pengunjung Online: 1
 

 

el
Sains
Oleh : publisher - Selasa, 29 Oktober 2019

Cuaca Panas, Apa Sebabnya?

Oleh Regita Destiani*)

foto : istimewa

Banyak orang menganggap cuaca panas kali ini disebabkan oleh kemarau yang tak kunjung reda. Bahkan, ada yang menganggap akibat ulah manusia yang sewenang-wenang mengeksplor alam. Namun apa ya, yang sebenarnya terjadi sampai-sampai udara kali ini begitu terik dan apa penyebabnya?

Menurut BMKG melalui cuitan di akun twitter resminya mengatakan bahwa penyebab cuaca atau suhu panas yang terjadi akhir-akhir Oktober ini dikarenakan posisi semu matahari sedang berada di sekitar garis equator dan prediksinya akan  berlangsung sampai seminggu kedepan. Tak hanya itu, ternyata peristiwa ini lazim  terjadi setiap tahunnya dan mungkin tahun besok akan terjadi lagi atau mungkin akan lebih parah lagi.

Selain itu, faktor penyebabnya karena massa udara yang berasal dari selatan Australia bersifat kering dan panas. Hal ini menyebabkan sulitnya pertumbuhan awan. Karena itu, maka panas matahari dapat diterima bumi tanpa dihalangi oleh awan oleh karena itu suhu pada saat siang hari lebih panas.

Dwikorita Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Jawa Barat yang dilansir dalam liputan6.com mengaskan bahwa Cuaca panas yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan tiga hal ini, di antaranya satu, tameng awan yang ada di langit kita ini hampir tidak ada yang terbuka. Jadi di Indonesia saat ini belum terjadi pembentukan awan yang secara optimal bisa melindungi. Kedua, posisi semu matahari terhadap bumi posisinya tepat di selatan katulistiwa yang ada di atas wialayah kepulauan kita Jawa sampai Sumatera Selatan hingga Papua Akibatnya posisi sinar matahari langsung ke permukaan bumi sehingga menimbulkan cuaca panas.

foto : google.com

Ketiga, pada bulan ini bertiup udara dari Australia yang udarannya kering dan panas karena di sana musim summer. Ketiga hal ini menyebabkan suhu udara memanas. Menurutnya hujan baru akan turun merata pada Bulan November mendatang.

Menurut Putri dalam Kompas.com (2019) Indonesia sebenarnya pernah mengalami suhu yang jauh lebih panas dibanding saat ini, yakni lebih dari 40 derajat Celsius. Suhu terpanas adalah 40,6 derajat Celsius di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 16 Agustus 1997. Kemudian disusul 40,2 derajat Celsius yang menyelimuti Kotabumi, Lampung, pada 21 Oktober 2006.

Suhu terpanas yang pernah menerjang Indonesia selama 35 tahun terakhir. 40,6 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 16 Agustus 1997. 40,2 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Geofisika Kotabumi, Lampung pada 21 Oktober 2006. 40,2 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Geofisika Kotabumi, Lampung pada 31 Oktober 2006. 40,2 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Temindung, Kalimantan Timur pada 8 Februari 2008. 40,1 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Geser, Maluku, pada 23 Oktober 1990. 40,0 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Nangapinoh, Kalimantan Barat pada 8 Agustus 1994. 40,0 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Jawa Barat pada 12 Oktober 2002. 40,0 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Tual, Maluku pada 21 Oktober 2002. 39,9 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Kasiguncu, Sulawesi Tengah pada 28 Juni 1985. 39,9 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Bima, NTB pada 23 Oktober 2008.

Maka dari itu, masyarakat dianjurkan untuk lebih banyak meminum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, vitamin, dan apabila ingin keluar ruangan menggunakan sunscreen atau tabir surya (RD-02)

*) Penulis adalah siswa kelas VIII E dan anggota Tim Jurnalistik Sekolah


Cetak | Kembali
Copyright© 2014 by SMP Negeri 1 Karangsambung
Jalan Karangsambung KM.12 Telp.(0287) 5506252 Kebumen 54353
Email : smpn1karangsambung@ymail.com